4 Surat Penyembuh Sakit Yang Tertulis Di Dalam Al-Quran – Sakit merupakan musibah yang dulu dirasakan nyaris tiap-tiap makhluk hidup. dalam ajaran Islam, penyakit dikira sebagai bentuk ujian yang Allah SWT memberi kepada hamba-Nya. ketika mengalaminya, seorang Muslim direkomendasi untuk ikhtiar, berdoa, dan bersabar.
4 Surat Penyembuh Sakit Yang Tertulis Di Dalam Al-Quran
Mengutip buku Ensiklopedi Hak dan Kewajiban dalam Islam karya Syaikh Sa’ad Yusuf Mahmud Abu Aziz, penyakit yang dirasakan secara fisik maupun hati akan menghapus dosa orang yang mengalaminya. didalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ
Artinya: “Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa- dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun- daunnya.”(HR. Bukhari no 5660 dan Muslim nomor 2571)
Meski begitu, orang yang mengalami sakit tidak boleh sekedar berdiam. Rasulullah SAW menganjurkan sehingga tiap tiap Muslim berikhtiar semaksimal bisa saja sekaligus berdoa untuk mengharap kesembuhan.
Lantas, doa apa saja yang bakal dibaca dikala sakit? Untuk mengenali perihal tersebut simak beberapa ayat surat penyembuh sakit dalam Al-Quran untuk memohon kesembuhan selanjutnya ini.
Surat Penyembuh Sakit didalam Al-Quran
Surat-surat di dalam Al-Quran merupakan ajaran yang tidak bakal diragukan kebenarannya. selain terasa pedoman hidup semua umat manusia, Al-Quran terhitung diduga sebagai pelindung dari segala keburukan, termasuk penyakit.
Dihimpun dari buku Bebas Penyakit bersama Ruqyah (2016) karya Said Abdul Azhim dan beragam sumber lain, berikut adalah beberapa ayat surat dalam Al-Quran yang dipercayai dapat mengobati penyakit seseorang.
1. Surat Al-Fatihah
Al-Fatihah merupakan surat pembuka sekaligus induk dari seluruh isikan Al-Quran. Surat ini dipercaya bisa menyembuhkan segala style penyakit sebagaimana sabda Rasulullah SAW didalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim.
Surat Al-Fatihah termasuk membuka nama lain, yakni As-Syifa yang berarti “penawar berasal dari segala racun”. Orang yang namun sakit disarankan untuk berdoa memohon kesembuhan, salah satunya bersama dengan membaca Al-Fatihah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ – ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ – ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ – ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ – ٧
Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdu lillahi rabbil alamin. Ar rahmanir rahim. Maliki yaumid din. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ihdinas siratal mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alihim wa lad dallin.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha pemurah ulang Maha Penyayang. Yang menguasai Hari Pembalasan. cuman Engkaulah yang anda sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami menghendaki perolongan. Tunjukilah jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang Engkai beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah [1]: 1-7)
2. Surat Al-Ikhlas
Al-Ikhlas merupakan tidak benar satu surat bersama makna yang luar biasa, yakni memurnikan ke-Esaan Allah SWT. Surat Al-Ikhlas terlampau direkomendasi untuk dibaca sebanyak tiga atau tujuh kali sambil memohon kesembuhan kepada Allah SWT.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul Huwallahu Ahad. Allahush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufuwan Ahad.
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Allah fasilitas berharap segala suatu hal (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak hadir suatu hal yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas [112]:1-4)
3. Surat Al Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas)
Surah Al Mu’awwidzatain adalah dua surat pemberian manusia berasal dari segala keburukan dan marabahaya, yaitu surat Al-Falaq dan An-Nas. dikala seorang Muslim tetapi dalam kondisi sakit, surat ini benar-benar dianjurkan untuk dilafalkan.
Surat Al-Falaq dan An-Nas termasuk kerap dijadikan sebagai pelindung dari godaan setan, sihir, dan kejahatan yang dilakukan manusia. Dua surat ini digunakan untuk memohon bantuan sekaligus kesembuhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadist riwayat Bukhari.
Surat Al-Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙمِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙوَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙوَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙوَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ
Qul audzubirobbil falaq. Min syarrima kholaq. Wamin syarri ghosikin idza waqab. Wamin syarrinnaffasatifil uqod. Wamin syarri hasidin idza hasad.
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), berasal dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam andaikan udah gelap gulita, dan berasal dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup antara buhul-buhul (talinya), dan berasal dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS. Al-Falaq [113]:1-5)
Surat An-Nas
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِمَلِكِ النَّاسِۙاِلٰهِ النَّاسِۙمِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ ۙ الۡخَـنَّاسِالَّذِىۡ يُوَسۡوِسُ فِىۡ صُدُوۡرِ النَّاسِۙمِنَ الۡجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a’ụżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, berasal dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke di dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Nas [114]: 1-6)
4. Surat Al-Anbiya Ayat 83
Dalam surat Al-Anbiya, terletak doa yang dilafalkan oleh Nabi Ayyub ketika hadapi ujian berat bersifat penyakit sepanjang bertahun-tahun. Surat ini kemudian dipercayai sebagai tidak benar satu doa yang dapat sebagai obat penyakit.
اللَّهُمَّ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ
Allahumma Innii Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Rohimin.
Artinya: “Ya Allah Tuhanku, sungguh, aku sudah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari seluruh penyayang.” (QS. Al-Anbiya [21]: 83)