2 langkah menghitung Kapasitor Lengkap bersama Penjelasan dan Contohnya – Kapasitor adalah komponen elektronik yang membuka kemampuan untuk menyimpan muatan listrik di dalam waktu spesifik ada dua langkah menghitung kapasitor untuk mengetahui nilai kapasitansi, yaitu bersama dengan mengfungsikan kode warna dan kode angka.
2 langkah menghitung Kapasitor Lengkap bersama Penjelasan dan Contohnya
Dikutip berasal dari Buku Ajar Listrik dan Elektronika dasar teknik Pertanian oleh Mareli Telaumbanua (2022: 31), kapasitansi merupakan kapabilitas berasal dari suatu kapasitor untuk akan menyimpan atau menampung muatan elektron. Satuan besaran kapasitansi atau banyaknya muatan listrik yang disimpan oleh kapasitor disebut Farad (F).
Umumnya, kapasitor yang sering ditemukan di pasaran membuka nilai kapasitansi yang lebih kecil, yaitu uF (mikro Farad), nF (nano Farad), dan pF (piko Farad). perihal ini karena kapasitor dengan nilai 1 Farad dapat membuahkan bentuk kapasitor yang besar. tersebut nilai turunan Farad yang lazim digunakan dalam mengkalkulasi nilai kapasitansi:
1 Farad = 1.000.000 uF (mikro Farad)
1 uF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1 uF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
1 pF = 1.000 uuF (mikro-mikro Farad)
1 uF = 10-6 F (10 pangkat -6 Farad)
1 uF = 10-9 F (10 pangkat -9 Farad)
1 pF = 10-12 F (10 pangkat -12 Farad)
Jenis-Jenis Kapasitor
Kapasitor bakal dikelompokkan jadi dua type yaitu kapasitor elektrolit (memiliki polaritas) dan kapasitor biasa (non-polaritas). Kapasitor elektrolit beberapa bersifat tabung serta memiliki dua buah kaki dan dua buah kutub yaitu positif dan negatif.
Sementara kapasitor biasa tidak resmikan kutub positif atau negatif antara kakinya dan terhitung berbentuk bulat pipih layaknya tablet atau kancing busana Kapasitor jenis ini biasanya membuka nilai kapasitas yang lebih kecil. Kapasitor non-polaritas meresmikan beberapa macam, yaitu:
Kapasitor keramik beberapa berwujud bulat tidak tebal ataupun persegi empat dan meresmikan warna hijau, coklat, merah, dan lain sebagainya.
Kapasitor polyester meresmikan tanda-tanda yang mirip bersama dengan kapasitor keramik. Kapasitor ini rata-rata berbentuk sisi empat serta berwarna hijau, merah, cokelat, dan sebagainya.
Kapasitor kertas umumnya membuka nilai kapasitansi pakai kode warna atau dapat termasuk tertera segera pada komponennya.
Cara menghitung Kapasitor
Dikutip dari basic Listrik dan Elektronika oleh Ratih Listiyarini (2018: 60), datang dua cara menghitung kapasitor untuk mengetahui nilai kapasitansi, yaitu bersama dengan gunakan kode warna dan kode huruf-angka. selanjutnya penjelasannya:
1. langkah menghitung Kapasitor bersama Kode Warna
Penandaan nilai kapasitansi bersama dengan kode warna umumnya diterapkan antara kapasitor kertas dan polyester. cara membaca nilainya di awali berasal dari kode warna paling atas lalu berangsur turun ke bawah. tersebut tabel kode warna antara kapasitor.
Keterangan:
Kode warna pertama (angka 1) dan ke-2 (angka 2) perlihatkan angka
Kode warna ketiga perlihatkan factor pengali
Kode warna keempat perlihatkan nilai toleransi kapasitor
Untuk menyadari lebih jelas perhatikan misal berikut:
Sebuah kapasitor membuka kode 4 warna, yaitu kuning, ungu, merah, dan hijau. Berapa nilai kapasitansinya?
Pembahasan:
Warna kuning = 4
Warna biru = 6
Warna merah = 2 (x 100)
Hijau = 5%
Karena dua kode pertama memberikan angka dan kode ketiga sebagai factor pengali, maka akan disimpulkan sebagai berikut:
4 dan 6 ditulis sebagai 46, lantas dikalikan bersama dengan 100. Maka nilai kapasitansinya adalah 46 x 100 = 4700 pF atau 4,7 nF.
Sementara dikarenakan kode warna hijau tunjukkan 5%, maka kapasitor berikut memiliki nilai toleransi sebanyak 5%.
2. cara menghitung Kapasitor dengan Kode Huruf-Angka
Sebenarnya, langkah mengkalkulasi kapasitor bersama kode huruf-angka serupa bersama dengan kode warna. Bedanya, info nilai kapasitansi ditulis gunakan kode tertentu bukan warna.
Kode penulisan angka kapasitansi pada kapasitor memanfaatkan tiga buah angka dan satu buah huruf. tersebut penjelasan masing-masing angka dan huruf tersebut:
Angka pertama dan angka kedua memperlihatkan nilai kapasitansi
Angka ketiga memberikan factor pengali
Huruf memperlihatkan nilai toleransi kapasitor
Untuk kode kapasitor 3 angka, dua angka pertama adalah nilai kapasitansi di dalam pF dan angka ketiga adalah factor pengali berasal dari dua digit pertama untuk menghitung nilai kapasitansi akhir kapasitor. tersebut angka ketiga dan factor pengalinya:
0 = x 1
1 = x 10
2 = x 100
3 = x 1000
4 = x 10000
5 = x 100000
6 = tidak digunakan
7 = tidak digunakan
8 = x 0,01
9 = x 0,1
Sementara itu, berikut nilai toleransi yang disimbolkan bersama dengan huruf:
B = 0,10 pF
C = 0,25 pF
D = 0,50 pF
E = 0,5%
F = 1%
G = 2%
H = 3%
J = 5%
K = 10%
M = 20%
Z = +80% dan -20%
Sebagai perumpamaan Sebuah kapasitor memiliki angka 154J. Berapa nilai kapasitansi dan toleransi kapasitor tersebut?
Pembahasan:
Kode 154J
Nilai kapasitor = 15 x 10.000 = 150.000 pF atau 150 nF
Nilai toleransi J = 5%
Maka, kapasitor selanjutnya meresmikan nilai kapasitansi sebesar 150 nF dan nilai toleransi sebesar 5%.